kawan...
Sendiriku ini sepi
Pikiranku yang mengambang...mengawang...
Semangat terpompa
Entah angin apa yang merasuki
udara tiada terlihat
Olehku...oleh kawan-kawan
Tuk mengisi semangat itu
Tabung kebangkitan yang ditempa
Pukulkan lempengan duka
Cairkan tawa...meleleh menduka
Mereka kibaskan darah air mata
Baktikan jantung mereka
Meski tahu...
mereka hanya punya satu
Tujuan mereka hanya satu !
Tujuan mereka hanya satu !
Bebas...Merdeka
Tapi...
Tabung itu sekarang berkarat
Bocor malah
Tabung itu hanya penghuni gudang merdeka
Tempat tikus bersantai ria
Karna tikus itu kepala gudang merdeka
Kucing hanyalah pengusir kecoa, semut dan laba-laba kalau mungkin
Kasihan mereka
Kecoa, semut dan laba-laba
Mereka hanya cari makan
Toh mereka juga ngasih pajak
Kenapa tak kau buatkan gudang-gudang merdeka yang lain wahai tikus
Setiap hari aku mendengar tangis
Doa yang meronta
Atau suara leher nan dalam
Karna makanan mereka roti kasar bagai batu yang digiling
Kau tak mendengar dari kendaraanmu yang untuk membelinya
Aku tak bisa hitung berapa jumlah nolnya
Para penempa tabung menangis darah
mereka kecewa
dalam benak tanpa jasad
"Lebih baik dulu tak kubuat tabung itu "
–suburan 26052008–